Kategori Bahasawan Sudah Selesai

Masukan terhadap Bahasawan, sangat berarti sekali.

Cukup lama juga meyakinkan diri ini untuk menetapkan kategori Bahasawan. Bahkan sampai pembukaan Bahasawan, masih belum percaya diri dengan struktur kategori bahasawan yang sudah dibuat.

Dari awal memang ada kesalahan. Kesalahan terlalu banyak membuat kategori awal.

Ada teori yang mengatakan cukup buat sedikit kategori benih di awal pembuatan forum. Namun, saya percaya dengan Indonesia yang kaya dengan keanekaragamannya. Unity in diversity. Itu pula yang memotivasi untuk membuat banyak klasifikasi topik pembahasan.

Kategori Utama, Subkategori, Grup, dan Label Bahasawan

Hal yang membuat sulit dan lama, empat poin itu. Ada 99 kategori ditambah subkategori yang sudah dibuat. Baik itu yang terbuka atau tertutup. Jika hanya mempertimbangkan pengelompokkan kategori dunia bahasa saja, mungkin tidak terlalu sulit.

Label

Kesulitan itu muncul ketika ada penambahan variabel lain, label atau dikenal sebagai tag. Proses pelabelan yang umumnya menggunakan tagar atau tanda pagar (# atau hashtag) menambah beban proses klasifikasi diskusi di Bahasawan.

Label ini bisa masuk ke kategori mana saja. Sedangkan satu topik diskusi (istilah lain, thread) hanya bisa satu kategori induk atau kategori turunan. Uniknya lagi, masing-masing label ini memiliki kategori label tersendiri.

Belum lagi ketika ada subkategori yang sebenarnya lebih tepat dijadikan sebagai label. Contohnya kategori bahasa Indonesia. Sebenarnya KBBI, PEUBI, UKBI, dan BIPA itu lebih cantik dibuat jadi label. Hanya pertimbangan kecintaan bahasa Indonesia, maka dibuat jadi kategori tersendiri.

Grup Bahasawan dan Kategori

Grup adalah pengelompokkan masing-masing akun. Secara sistem, pengguna atau akun di Bahasawan dibagi menjadi empat tingkatan. Empat level itu TL0, TL1, TL2, TL3, dan TL4. TL adalah singkatan dari Trust Level.

Ada proses tersendiri untuk naik kelas. Akun yang baru mendaftar terdaftar sebagai TL0. Sedangkan akun spesial ada di TL3. TL4 khusus pengelola.

Kerumitan klasifikasi kategori bahasawan itu muncul ketika ada ide menambah pengelompokkan masing-masing akun. Contohnya ketika baru diperkenalkan, maka 100 anggota yang pertama kali mendaftar akan dimasukkan ke grup Pendiri. Grup Pendiri ini mendapatkan lencana dan grup khusus.

Dua Sudut Pandang: Pengguna dan Abdi Bahasawan

Ilustrasinya begini. Contohnya ketika restoran memasak makanan untuk pengunjungnya. Ketika disajikan, pengunjung hanya tahu apakah rasa masakan itu enak atau tidak enak.

Tentu saja kebanyakan pengunjung restoran tidak tahu secara spesifik bumbu yang dipakai atau bagaimana pengelolaan makanan yang disajikan itu. Termasuk merek bumbu yang dipakai dan sebagainya.

Begitu juga dengan Bahasawan. Sama halnya dengan layanan lain, seperti Facebook, YouTube, Gmail, Google, dsb.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, topik awal Bahasawan mulai dibangun.

Bahasawan Menuju 100

Pengguna hanya tahu kalau pada saat itu layanan yang sedang dipakai tidak bisa diakses. Padahal dibalik itu, ada pengelola yang sedang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah itu.

Demikian juga dengan proses pengelompokkan ‘dunia bahasa’ di Bahasawan ini. Sederhananya, ada perbedaan sudut pandang jumlah kategori yang dilihat tamu, akun terdaftar, dan pengelola.

Total ada 99 kategori dan subkategori. Pengunjung umum hanya bisa melihat 17 kategori utama. Akun terdaftar bervariasi, mulai dari 18 kategori utama. Sedangkan administrator bisa melihat semuanya, 24 kategori utama dan 75 subkategori.

Kategori yang Disembunyikan

Ada beberapa kategori atau subkategori yang untuk sementara waktu dinonaktifkan atau disembunyikan. Contoh subkategori itu:

  • Skripsi
  • Pascasarjana
  • Praktik Kerja
  • Alumni
  • Balai Bahasa
  • Seminar
  • Pelatihan
  • Lomba
  • Penerbit Buku
  • Peneliti

Pertimbangannya, mungkin kategori itu kurang banyak peminatnya atau bisa diganti dengan label terlebih dahulu. Selain itu, kategori yang dinonaktifkan bisa saja diubah menjadi kategori lain terlebih dahulu.

Kategori yang Berubah Susunannya

Ada beberapa kategori penting yang susunanya berubah. Salah satunya adalah Abdi Kemari. Tempat memberikan kritik, saran, masukan, dsb. Sebelumnya posisinya tidak terlihat publik. Namun atas pertimbangan transparansi, kategori itu ada di bawah Adm. Terlihat oleh publik.

Selain perubahan susunan, ada juga perubahan nama kategori. Juga ada perubahan tautan permanen atau permalinks. Jika tautan permanen berubah, akan ada eror. Itu sebabnya, susunan kategori tidak boleh sering diubah. Terlebih jika sudah masuk tahap produksi. Repot sendiri nantinya.

Pekerjaan Rumah Masih Banyak

Selain urusan kategori, ada hal lain yang harus diselesaikan. Pastinya, terus memperkenalkan Bahasawan di dunia maya. Ada juga membuat penjelasan singkat untuk masing-masing kategori. Sementara ini, urusan Label dan Grup ditunda terlebih dahulu.

Pastinya, Bahasawan menuju 100 adalah tantangan pekerjaan rumah selanjutnya. Baik itu mencapai 100 akun terdaftar atau 100 topik baru.

Daftar sekarang dan ayo buka satu diskusi yang menarik di Bahasawan. Gratis!

Bahasawan Beta 100%

Bahasawan sedang berusaha diperkenalkan selama 1 tahun. Bantuan dan dukungannya sangat diperlukan.

Akhirnya selesai juga menyelesaikan komponen-komponen yang harus dipersiapkan untuk bahasawan.id. Tiga komponen akhir itu adalah halaman Soal yang Sering Ditanyakan atau SSD (FAQ atau Frequently Asked Questions), Ketentuan Layanan atau ToS (Terms of Service), dan halaman Privasi atau Privacy.

Semenjak forum bahasa ini sudah bisa diakses publik, ketiga hal tersebut selalu menjadi ganjalan. Soalnya masih dalam bahasa Inggris dan harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Akhirnya tidak sengaja ketemu juga versi bahasa Indonesia. Jadinya tinggal mengganti nama-namanya saja.

Halaman Kebijakan Layanan dan Privasi itu mudah diganti. Sisanya halaman SSD. Halaman SSD ini dibuat sedemikian rupa dan disesuaikan sesuai kebutuhan. Paling sulit memang merangkai kata. Bagaimana caranya agar singkat, padat, dan menarik pembacanya.

Ketiga halaman itu akan terus mengalami perubahan dan penyesuaian. Jika berubah maka pemberitahuannya juga akan diumumkan. Seperti halnya kiriman ini yang menyatakan kalau tiga halaman itu mulai diberlakukan pada saat Bahasawan siap ‘dipasarkan’.

Arti Bahasawan Beta

Artinya Bahasawan akan mulai diiklankan ke sana-kemari. Artinya Bahasawan sedang mengalami fase kritis, apakah ini akan diterima publik atau malah sebaliknya. Apakah ‘jualannya’ laku atau tidak. Meski sudah mengalami proses uji coba mesin selama dua tahun lebih, maka dalam status Bahasawan Beta ini, Bahasawan sedang masuk tahap uji coba produksi.

Secara terminologi, arti Beta adalah tahap mencari eror dan kesalahan yang ditemukan oleh pengguna. Selama dua tahun lebih Bahasawan masuk di tahap Alpha, uji coba perangkat lunak tapi belum dibuka untuk umum.

Selama fase ini pula, dukungan untuk Bahasawan sangat diperlukan.

Beta phase generally begins when the software is feature complete but likely to contain a number of known or unknown bugs

https://en.wikipedia.org/wiki/Software_release_life_cycle

Lama Fase Bahasawan Beta

Bisa jadi 6-12 bulan atau bisa kurang dari itu. Indikasinya berdasarkan jumlah akun yang mendaftar dan jumlah intensitas diskusi yang dihadirkan.

Efek Bahasawan Beta

Mungkin hal yang paling terasa yakni batasan mengunggah gambar. Selama proses Bahasawan Beta, ukuran gambar yang bisa diunggah adalah 64KB. Rata-rata ponsel pintar zaman milenium sekarang, ukuran gambar sekali jepret adalah 1-5MB. Alasannya gambar dibatasi karena alasan biaya bulanan juga.

Semakin banyak gambar yang diunggah semakin besar kapasitas penyimpanan gambar yang dibutuhkan dan semakin besar pula biaya operasional bulanan. Rata-rata ukuran gambar di dunia maya, seperti hasil pencarian gambar di Gambar Google adalah 100-300KB. Dengan teknologi pemadatan gambar yang ada, maka gambar yang awalnya berukuran sekitar 100KB otomatis akan langsung dipadatkan atau dikompres pada saat proses mengunggah gambar.

Kenapa Bahasawan Dibuat?

Karena suka dengan bahasa, itu sudah.

Mungkin yang lebih tepatnya menggunakan kata dibangun. Kenapa Bahasawan.id dibangun? Secara teknis, Bahasawan ini adalah kombinasi beberapa komponen mesin yang saling berpadu agar bisa berjalan membentuk semacam forum bahasa.

Kalau pun dibuat, bagian yang dibuat adalah kategorisasi forum atau pembagian kategori-kategori topik dalam dunia bahasa. Porsi pekerjaan klasifikasi itu juga tidak besar. Malah yang besar adalah pekerjaan membangunnya, baik itu pembangunan pondasi awal, pembukaan Bahasawan, hingga perawatan untuk menjaga agar Bahasawan bisa terus hidup atau bertahan hidup.

Kenapa Membuat Bahasawan.id?

Kenapa mau capek-capek membuat forum bahasa? Kenapa mau menghabiskan banyak uang komunitas bahasa ini? Kenapa mau meluangkan dan memikirkan hal yang beginian?

  1. Karena cinta dengan bahasa, ilmu bahasa, dunia bahasa, dan bekerja dalam bidang bahasa, penerjemah Inggris Indonesia.
  2. Karena secara akademis memiliki latar belakang ilmu bahasa, sastra Inggris dan sempat merasakan ilmu linguistik bahasa Inggris.
  3. Karena kebetulan saat membangun memiliki waktu, tenaga, dan uang saat membangun bahasawan.

Buya Hamka: Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja (https://www.plukme.com/post/1523851386-agar-hidup-lebih-hidup)
Buya Hamka: Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja via plukme.com/post/1523851386-agar-hidup-lebih-hidup

Lalu untuk apa forum ini dibuat? Apa visi-misinya?

Minimal dibuat sebagai arsip pribadi terkait aneka informasi dunia bahasa. Entahlah, saat ini belum ada kepikiran redaksi visi-misi bahasawan. Pokoknya, mirip cita-cita luhur dalam salah satu butir Sumpah Pemuda 1928, Kami putra dan putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia. Atau mungkin saja bisa pakai, slogan

Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing

Bukankan saat ini sudah ada grup Facebook dan grup WhatsApp?

Konsepnya beda sekali. Setidaknya, komunikasi lebih terstruktur dan lebih rapi di Bahasawan. Belum lagi grup-grup tersebut secara tidak langsung menutup informasi yang mungkin bermanfaat bagi mereka yang sedang mencari informasi di mesin pencari. Meski hanya satu baris komentar, bisa jadi informasi itu dicari orang lain.

Dari mana biaya forum operasional didapat? Kantong pribadi. Bisa dilihat dalam tulisan sebelumnya, Awal Mula Bahasawan.id.

Apakah komunitas pecinta bahasa ini nanti akan menjadi bersifat materealis atau money oriented? Tidak, tidak, tidak. Tinggalkan bahasawan.id jika komunitas ini tidak ada manfaatnya.

Ide Bahasawan

Sekitar tiga atau empat tahun yang lalu, iseng mencari di Google soal forum online yang khusus membahas dunia bahasa. Untuk skala luar negeri sendiri, memang sudah ada beberapa forum dunia bahasa. Hanya pada saat itu yang dilihat, beberapa forum-forum tersebut tidak begitu ramai. Sayangnya saat itu, tidak ditemukan forum atau komunitas daring yang fokus pada dunia bahasa di Indonesia.

Sebelumnya juga sudah aktif mengikuti diskusi soal dunia terjemahan, sebagai aktivitas sehari-hari, di grup Facebook. Sudah cukup lama, mungkin sudah hampir 5 tahun lebih aktif mengikuti pemberitahuan dari di sana.

Komunitas yang paling mendekati adalah researchgate. Sayangnya itu sedikit bersifat ekslusif. Perlu menggunakan surel khusus mahasiswa untuk mendaftar di sana. ‘Orang biasa’ tidak bisa mendaftar di sana.

Hingga saat itu, pikiran untuk membentuk komunitas yang benar-benar khusus mendedikasikan kepada dunia bahasa terus terpikirkan. Pikiran pada saat itu memang berniat membuat forum online, seperti forum kas*us.

Kok Namanya Bahasawan?

Tantangan pertama tentu adalah pencarian ilham nama komunitas itu sendiri. Rasanya ada 1 atau 3 bulan sebelum ide nama domain bahasawan terlintas. Sebelumnya jelas, nama linguistik, forumlinguistik, linguis terpikirkan pada saat itu, karena saya sendiri berlatar belakang linguistik, tepatnya sastra dan linguistik bahasa Inggris. Begitu terpikirkan, malam itu juga nama domain ini diperiksa ketersediaanya. Waktu itu domain .ID belum populer seperti sekarang.

Lalu sekitar 2 tahun yang lalu, domain berekstensi akhir Indonesia (.ID) mulai populer diperkenalkan pemerintah Indonesia. Begitu ada kesempatan dan uang, disewalah bahasawan.id. Waktu itu awalnya hanya 10 ribu di tahun pertama beserta salinan KTP asli, lalu 500 ribu untuk perpanjangan tahun-tahun berikutnya. Harganya memang seram sekali waktu itu. Modal nekat, sambil berharap di tahun kedua domain bahasawan.id bisa tetap dipertahankan.

Angin segar datang dari pemerintah tidak lama setelah itu, khususnya untuk domain .ID. Akhirnya perpanjangan sewa bahasawan.id hanya sekitar 250 ribu per tahunnya.

Kenapa Namanya Harus Bahasawan.id?

Jawaban sederhananya, karena hanya itu yang terpikirkan saat mata ini akan terpejam untuk nama komunitas untuk mereka yang bergelut, berkarya atau berprofesi di dunia bahasa. Memang sulit memilih satu dari sekian nama yang ada dan yang tersedia. Pilihan itu ada banyak, namun hanya bisa memilih satu saja.

Lagi pula, pemilihan alamat forum bahasa ini adalah langkah pertama dari puluhan langkah yang harus dilalui saat memutuskan berdedikasi untuk dunia bahasa daring. Setelah nama, selanjutnya menentukan mesin forum yang akan digunakan dan pada saat menulis ini akan masuk tahap memperkenalkan kepada dunia maya agar komunitas ini bisa diterima untuk mereka yang mencintai hal-hal yang berbau bahasa, setelah proses kategorisasi forum selesai.

Bukankah Sudah Ada Grup Facebook? Grup WhatsApp?

Saya sendiri tidak membenci media-media itu. Namun sayangnya, Grup Facebook, Grup Whatsapp, atau grup lain yang bersifat tertutup telah menciptakan dunia ketiga. Semua informasi atau karya sastra seperti puisi, cerpen, di dalam grup-grup tersebut tidak bisa diindeks oleh Google. Dunia maya sendiri adalah dunia kedua setelah dunia nyata atau dunia pertama. Lalu begitu ilmu pengetahuan dan informasi itu tertutup, maka tercipta dunia ketiga yang nya bisa diakses dan dinikmati oleh beberapa orang dan waktu tertentu saja.

Sayang sekali jika ada puisi, lelucon, cerita fiksi yang bagus-bagus hanya dinikmati oleh grup yang tertutup saja. Lalu karya baik itu tenggelam begitu saja seiiring kemunculan karya-karya lain. Lebih disayangkan lagi, karya itu tidak dikenali di mesin pencari seperti Google. Bukankah itu sama saja mengurung informasi dan menutupi ilmu pengetahuan?

Apa tujuan komunitas ini?

Hingga saat ini, belum ada nama/slogan/logo/moto dsb. yang resmi terkait bahasawan.id. Yang ada hanya nama domain, bahasawan.id. Sementara ini disebut sebagai “komunitas” saja, “forum” rasanya terlalu wah. Sedangkan grup, rasanya terlalu kecil.

Tujuannya:

  1. Menghimpun karya-karya sastra tulisan agar bisa dinikmati banyak orang
  2. Mendokumentasikan secara daring karya sastra yang dibuat anggota komunitas
  3. Membantu teman-teman yang sedang belajar. Bahasa kerennya, saling asah, saling asuh, saling asih.
  4. Menyelamatkan bahasa daerah yang terancam punah
  5. Mendokumentasikan bentuk dan ragam tulis ribuan bahasa-bahasa daerah di Indonesia sebagai salah satu kekayaan negeri tercinta ini
  6. Tempat ‘nongkrong’ mereka yang begelut dengan dunia bahasa, baik secara karya, keilmuan, profesi, dsb.
  7. Setidaknya bisa memunculkan kesadaran kalau salah keitik itu bisa memunculkan penafsiran yang berbeda. Apalagi salah ucap.

Apakah komunitas ini akan memperkaya Anda?

Sulit memang menjawab ini, mungkin saja pertanyaan ini akan muncul. Jawabannya tergantung dari sudut pandang mana dan seberapa bijak kita menilai sesuatu dalam hidup ini.

Waktu zaman SMA/SMU dulu, masih ada kelas BAHASA, IPA, dan IPS. Hingga 3 tahun setelah lulus program wajib belajar 12 tahun, kelas BAHASA ini dibubarkan alias ditutup. Entah karena peminatnya berkurang, tidak ada, atau memang kebijakannya begitu, tapi hal ini seolah-olah menggambarkan “Apa pentingnya belajar ilmu bahasa?

Jika berhasil, maka keberhasilan itu telah melalui proses panjang dalam membangun komunitas yang mungkin bagi masyarakat umum komunitas ini mungkin ‘komunitas yang tidak penting’.

Jika hitung-hitungan secara materi, ketika bahasawan.id dibuka total nilai uang yang dikeluarkan bagi saya sudah besar sekali. Bagi sebagian orang mungkin hanya secuil saja. Mungkin sudah lebih 500 ribu uang dikeluarkan untuk urusan menjaga domain saja. Belum lagi dengan waktu yang sudah dihabiskan selama 3 tahun belakangan ini dan pikiran yang tersita untuk mengonsep dan melahirkan komunitas ini. Selanjutnya, uang 134 ribu per bulan atau USD $10 sudah wajib dikeluarkan setiap bulan dari kantong pribadi. Termasuk biaya perpanjangan domain tahunan. Jika tidak sanggup membayar itu, bisa dipastikan rencana ini gagal, 3 tahun sia-sia.

Mungkin kata-kata ‘berhasil’ itu keluar 1 atau 2 tahun lagi. Paling cepat, jika ada keajaiban, mungkin 6 bulan dari tulisan ini dibuat. Jika gagal, bahasawan.id ini akan menjadi pelengkap sampah-sampah digital yang setiap waktu selalu saja dihasilkan di dunia virtual.

Jika penjelasan soal ‘uang’ di atas kurang bisa memuaskan, mungkin sebaiknya tidak perlu menggunakan Facebook, menghapus semua foto di Instagram, jangan menggunakan Whatsapp, atau jangan sampai memiliki surel atau email.

Rencana Ke depan

Tulisan ini dibuat sudah melalui proses kontemplasi yang cukup panjang dengan keberanian ekstra. Tiga tahun rasanya cukup untuk merenungi hal ini. Termasuk juga pertimbangan pemilihan mesin forum yang gratis atau berbayar, penggodokan rancangan struktur kategori topik forum dan proses-proses lainnya yang dilakukan secara tahap demi tahap pembelajaran.

Rencana yang paling dekat saat ini adalah menggodok ulang struktur forum hingga ditemukan formula yang tepat demi mempersatukan mereka-mereka yang sangat perhatian dengan bidang bahasa. Sampai tulisan ini dibuat, sudah ada 10 orang lebih yang dimintai masukan kategori-kategori topik bahasan. Sesuai dugaan, pertanyaan apa visi dan misi bahasawan ini diajukan. Masukan-masukan ini datang dari teman-teman yang memang bergelut di dunia bahasa, baik secara praktis dan akademis.

Begitu kategori pembahasan berhasil diformulasikan, maka tahapan selanjutnya adalah ‘marketing’. Kegiatan ‘pemasaran’ dilakukan saat urusan pengaturan administrasi forum sudah siap jalan. Estimasi waktunya tidak ada. Selama masih kuat membayar tagihan mesin VPS 10 dolar per bulan, maka rencana ini akan terus berjalan.

Butuh Masukan

Saat ini dibuat, masukan soal rancangan kategori-kategori topik bahasan sangat dibutuhkan sekali. Alasannya, jika forum ini sudah mulai diperkenalkan dan mulai berjalan, saya sebagai administrator dan moderator tunggal saat ini tidak berani mengotak-atik pengaturan atau setting mesin forum ini. Khawatir jika terjadi eror maka takut tidak bisa di-undo atau dikembalikan. Lebih-lebih hal itu pasti akan menyita waktu dan pikiran. Tentu efeknya akan fatal sekali terhadap kenyamanan para pengguna atau anggota forum ini.

Spesifikasi Forum
  • Keanggotaan: Gratis
  • Tingkat Keanggotaan : 3 tingkatan
  • Fokus Diskusi: Bahasa, Karya Sastra, Ilmu Bahasa, Profesi Dunia Bahasa, Bahasa Daerah, Bahasa Asing, Belajar Bahasa, Tanya-Jawab, dsb.
  • Mesin Forum: discourse.org
    • 100% Open source (Gratis)
    • Ruby on Rails, Ember.js, PostgreSQL, Redis
    • Min. 1 GB RAM
    • Docker
    • GNU General Public License Version 2.0
  • VPS/Hosting: digitaloceaan
    • Minimal $10 USD per bulan, Prosesor 1 Inti, 30GB SSD Disk
    • Singapura
    • Ubuntu 16.04 LTS
  • Mail Server: Mailgun
    • Gratis hingga 10 ribu surel pengiriman tiap bulan
  • Domain: qwords
    • 250 ribu per tahun
  • Administrator: @ridha

Gambar: Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja: Buya Hamka via plukme.com/post/1523851386-agar-hidup-lebih-hidup (25 Okt 2018)

Awal Mula Bahasawan.id

Bahasawan konsepnya adalah forum bahasa atau komunitas bahasa tempat saling berbagi, gratis.

Semuanya berawal ketika memasuki akhir tahun 2013. Saat itu sedang berkeliling di dunia maya mencari literatur ilmiah, tugas kampus. Pada waktu itu memang grup Whatsapp sudah mulai bermunculan, begitu juga dengan grup-grup di Facebook.

Termasuk keberadaan berbagai forum daring/forum online di jagad maya. Hanya saja setelah mencari sejenak forum Indonesia yang mengkhususkan membahas topik bahasa dari A-Z dari Google, ternyata belum ada forum bahasa tersebut.

Konsep Awal Struktur Forum Bahasa Bahasawan.id Kategorisasi 2014
Konsep Awal Struktur Forum Bahasa Bahasawan.id Kategorisasi 2014

Dari sana terpikirkan, untuk membuat sendiri forum bahasa yang sifatnya gratis dan terbuka untuk siapa saja. Tujuannya sederhana, bagaimana agar bahasa daerah sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia tidak punah begitu saja. Kalah dengan penetrasi bahasa asing.

Sejak saat itu ide pembuatan forum ini selalu saja terngiang-ngiang. Namun kendalanya, masih bingung menentukan nama forum bahasa yang akan dipakai. Barulah pada akhir tahun 2014 atau tepatnya tanggal 6 November 2014, inspirasi nama forum bahasa Indonesia yang akan dipakai muncul juga.

Gambaran Sederhana Perjalanan Forum Bahasa Online /Komunitas Bahasa Bahasawan.id Mulai Tahun 2015 Hingga Sebelum Dibuka
Gambaran Sederhana Perjalanan Forum Bahasa Online /Komunitas Bahasa Bahasawan.id Mulai Tahun 2015 Hingga Sebelum Dibuka

Jatuh-Bangun Pembangunan Bahasawan

Secara teori, jika dilakukan secara penuh waktu, maka pembangunan forum bahasa ini membutuhkan waktu satu sampai tiga bulan. Mungkin bisa diselesaikan dalam waktu kurang  1 minggu, namun itu tergantung komponen mesin forum apa yang akan digunakan dan tujuan jangka panjang forum tersebut. Bahasawan dibuat tidak tergesa-gesa, itulah kenapa proses pembangunan komunitas bahasa ini membutuhkan waktu hampir lima tahun lebih.

Sempat Bertanya di <a title="Pertanyaan Ketika Bingung Dengan Kategorisasi Forum-researchgate.com" href="https://www.researchgate.net/post/Are_there_any_other_theories_of_sub_discipline_of_linguistic_branches_instead_of_Ferdinand_de_Saussure_theory" rel="nofollow">researchgate.com</a> Potongan Pertanyaan Soal Kategorisasi Forum 16 Nov 2014
Sempat Bertanya di researchgate.com Potongan Pertanyaan Soal Kategorisasi Forum 16 Nov 2014

Fase Pertama Bahasawan (2014-2016)

Begitu nama domain sudah dipegang, maka selanjutnya adalah bagaimana cara mengelolanya. Jika boleh diibaratkan dengan kehidupan dunia nyata, pada saat itu sudah mendapatkan alamat rumah atau nama domain yang disewa per tahun. Tinggal mencari tanah tempat berdirinya bangunan (seperti hosting) dan bangunan yang akan dipakai sebagai sistem manajemen forum (software atau aplikasi).

Arsip Struktur/Kategori Forum Bahasa di Mesin Forum SMF tahun 2014 Bahasawan
Arsip Struktur/Kategori Forum Bahasa di Mesin Forum SMF tahun 2014 Bahasawan

Sederhananya, ada dua cara membuat sebuah forum online. Cara pertama adalah cara cepat dan mudah namun perlu uang yang cukup banyak, minimal $100-$200 USD per tahun. Lalu cara kedua minimal bermodalkan 150 ribu rupiah per tahun, cara hemat, murah, dan perlu banyak belajar.

Jika cara pertama yang diambil, tentu ke depannya forum yang sudah dibangun dengan cara mengeluarkan banyak duit terlebih dahulu secara tidak langsung akan bertujuan mencari balik modal atas usaha yang telah dilakukan. Bisa jadi akan ada faktor komersialisasi nantinya. Itu sebabnya cara kedua yang dipilih.

Struktur Kategori Forum Bahasa atau Komunitas Bahasa Bahasawan Sebelum Diluncurkan/Dibuka 22 Okt 2018
Struktur Kategori Forum Bahasa atau Komunitas Bahasa Bahasawan Sebelum Diluncurkan/Dibuka 22 Okt 2018

Fase pertama adalah fase yang gagal. Kegagalan fase pertama ditandai dengan dihapusnya forum bahasa yang sudah dibangun. Padahal saat itu struktur atau kategorisasi forum sudah jadi. Boleh dibilang tinggal mempromosikan forum.

Fase Kedua, The Discourse (2016-2017)

Ada alasan kenapa menggugurkan forum bahasa yang telah dibuat di fase pertama. Alasannya karena pada saat itu, mesin forum atau software yang digunakan kalah canggih dengan sistem grup di Facebook. Contohnya jika ada yang membalas komentar atau memanggil (mention @namapengguna), tidak ada pemberitahuan yang dikirim ke orang yang dimaksud.

Contoh Panel Administrator/Admin Discourse.org/bahasawan 22 Okt 2018 (dashboard)
Contoh Panel Administrator/Admin Discourse.org/bahasawan 22 Okt 2018 (dashboard)

Ada banyak mesin forum yang sudah diuji coba pada saat proses seleksi sistem yang akan digunakan di fase pertama. Akhirnya mesin forum yang dipilih adalah adalah Simple Machines Forum (SMF). Sesuai namanya, cukup bermodal 150 ribu per tahun, sudah bisa bikin forum online di internet. Namun sayangnya, dari sisi ‘kecanggihan’ mesin forum tersebut kalah saing dengan grup Facebook yang sudah beredar dimana-mana.

Inti SMF (core) tidak memiliki pemberitahuan bawaan (notification) seperti halnya di Facebook. Meski memang, dari sisi pengeluaran biaya operasional, SMF sangat-sangat hemat sekali dibandingkan Discourse.org.

Mesin Forum Komunitas Bahasa Discourse.org Gratis Selamanya
Mesin Forum Komunitas Bahasa Discourse.org Gratis Selamanya

Discourse: Mesin Forum yang Mahal

Alasan terbesar mengapa memilih mesin forum bernama Discourse ini karena faktor kecanggihan teknologi. Tidak mungkin mengimbangi keberadaan berbagai grup-grup Facebook atau grup Whatsapp, yang dimiliki oleh orang yang sama, jika dari awal sudah kalah sisi teknologi. Memang vBulletin dan XenForo masih bisa mengimbangi. Sayangnya kedua mesin forum berbayar tersebut kalah dengan ideologi Discourse.

Baik itu Simple Machines Forum atau Discourse, keduanya sama-sama memiliki ideologi yang sama, perangkat lunak terbuka (open source), yang pada intinya gratis digunakan selamanya. Seperti halnya dengan beberapa jenis mesin forum lain yang sempat diuji coba, MyBB, phpBB, dan bbPress. Termasuk juga sudah melihat (preview) panel administrator (dashboard) XenForo sebagai salah satu mesin forum yang dianggap terbaik pada saat itu. Ideologi itu pula yang akan dianut Bahasawan, gratis dan informasinya terbuka untuk umum dan indeks mesin pencari.

Muka Mobil Mercedes-Benz Warna Putih Lampu Depan via Pixabay
Muka Mobil Mercedes-Benz Warna Putih Lampu Depan via Pixabay

Sayangnya, jika diibaratkan seperti kendaraan, Discourse ini seperti Mercedes-Benz keluaran terbaru dan SMF seperti mobil keluarga sebelum Avanza atau Xenia disebut sebagai mobil sejuta umat. Grup Facebook atau grup Whatsapp bisa diibaratkan seperti bus pariwisata mewah yang pemiliknya adalah pemilik Facebook atau Whatsapp (dan Instagram).

Contoh Interior Mobil Mercedes-Benz, Kursi Putih Setir Kanan Atab Terbuka via Pixabay
Contoh Interior Mobil Mercedes-Benz, Kursi Putih Setir Kanan Atab Terbuka via Pixabay

Dari sisi pengeluaran bahan bakar saja, 2 bulan sewa mesin virtual private server (VPS) sama dengan 1 tahun sewa mesin share hosting untuk SMF. Jika mesin ingin berjalan, Discourse perlu bahan bakar jenis avtur dan SMF hanya perlu pertalite atau yang lebih murah. Dari sisi pengguna atau anggota forum, Discourse benar-benar bisa memanjakan penggunaanya, termasuk administrator forum atau Abdi.

Tagihan Berjalan $5USD Bahasawan per Bulan dan Spesifikasi Mesin Minimal
Tagihan Berjalan $5USD Bahasawan per Bulan dan Spesifikasi Mesin Minimal

Canggih namun ada kelemahannya. Perlu buanyaakkk ilmu untuk memahami bagaimana cara mengelolanya, mulai dari cara memasang dan integrasi setiap komponen (install), cara pengoperasian interior (administrator), pengaturan, perawatan (maintenance), pencadangan (backup), sinkronisasi, dsb.

Butuh 1 tahun lebih untuk mempelajari dan memahami cara kerja mesin ini hingga memasuki fase uji coba praktik langsung, fase ketiga. Sebelum memasuki fase ketiga, Bahasawan sudah beberapa kali gagal pembukaan (launching). Kegagalan yang terakhir yakni pada 18 April 2017.

Arsip Droplet DigitalOcean di Fase II yang Dihancurkan Setelah Aktif 7 Bulan Saat Uji Coba Bahasawan Siap Dibuka
Arsip Droplet DigitalOcean di Fase II yang Dihancurkan Setelah Aktif 7 Bulan Saat Uji Coba Bahasawan Siap Dibuka

Hanya satu kesalahan kecil baris perintah di peladen (server command line), muncul kesalahan fatal yang akibatnya harus mengulang dari nol kembali. Padahal ketika itu sudah sempat mengundang beberapa teman yang baik hati untuk dimintai masukan (review).

Logo Bahasawan.id Beta Hitam Merah Samping 358-113 piksel
Logo Bahasawan.id Beta Hitam Merah Samping 358-113 piksel

Fase Ketiga: Bahasawan.id Beta (2017-2018)

Kenapa tidak langsung menggunakan mesin discourse.org? Karena pada tahun 2013, saat proses penjajakan atau survei lapangan, Discourse baru lahir tahun 2013. Nama discourse belum ada gaungnya di dunia maya. Berbeda dengan SMF yang pada saat itu sudah usia matang, 10 tahun. Lima tahun sebelumnya, SMF didaulat sebagai salah satu mesin forum terbaik di dunia yang gratis.

Arsip Tagihan Droplet Digital Ocean Bayar Pakai Dolar Minimal 5 USD per Bulan
Arsip Tagihan Droplet Digital Ocean Bayar Pakai Dolar Minimal 5 USD per Bulan

Fase pertama tidak banyak menghabiskan uang. Jika ditotalkan mungkin hanya sekitar 350 ribu rupiah atau kurang dari 500 ribu rupiah. Fase kedua mungkin hampir 1,5 juta rupiah. Fase ketiga? Tidak perlu dihitung. Semuanya murni karena faktor idealisme kecintaan dengan dunia bahasa dan ilmu bahasa, termasuk berbagai aksara nonlatin yang dimiliki bangsa Indonesia.

Posted by Bahasawan on Thursday, October 18, 2018

Dari mana sumber uang bahasawan.id?

Dari kantong pribadi. Begitu lulus Sastra Inggris, cita-cita untuk menerapkan ilmu yang didapatkan dengan cara merantau seberang pulau, terus saja muncul. Begitu ideologi itu terwujud, semakin bertambah pula kecintaan dengan ilmu bahasa. Terlebih lagi jika enam tahun lalu sempat mengenal ilmu Linguistik Bahasa Inggris.

Arsip Transfer Duit Saat Konversi 50USD Bahan Bakar Avtur Forum Bahasa/Komunitas Bahasa Bahasawan Hingga Pertengahan 2019
Arsip Transfer Duit Saat Konversi 50 USD Bahan Bakar Avtur Forum Bahasa/Komunitas Bahasa Bahasawan Hingga Pertengahan 2019

Sumber operasional Bahasawan semuanya didapatkan dengan cara menyisihkan uang hasil jualan jasa penerjemah Inggris Indonesia. Alasan lain kenapa lama membuat bahasawan. Bahasawan.id disiapkan untuk mampu bertahan hidup minimal enam bulan ke depan sejak tulisan ini diterbitkan. Baca lebih lanjut, kenapa bahasawan dibuat?

Arti Bahasawan.id Beta

Tiga fase di atas mirip fase kandungan seorang anak manusia. Jika manusia lahir normal dalam waktu  9 bulan, maka bahasawan dikandung dalam waktu 5 tahun dengan beberapa kali ‘aborsi’.

Begitu tulisan ini diterbitkan, tandanya bahasawan sudah siap lahir. Tinggal mencari tanggal cantik kapan sebaiknya hari kelahiran bahasawan.id dikenang. Begitu bahasawan dilahirkan yang ditandai dengan publikasi tulisan ini, maka tugas selanjutnya adalah bagaimana cara bahasawan.id bertahan hidup.

Statistik Bahasawan.id Sebelum Dibuka 22 Okt 2018
Statistik Bahasawan.id Sebelum Dibuka 22 Okt 2018

Selama periode itu, bahasawan.id dalam periode beta atau periode uji coba produksi langsung pada pengaturan (setting) yang akan ditetapkan secara permanen. Mirip dengan bayi yang baru lahir yang sangat lemah sekali. Status Bahasawan.id Beta akan hilang apabila forum ini sudah memiliki 100 anggota terdaftar yang aktif.